Jumat, 15 Januari 2016

Mercedes-Benz Concept IAA, Mobil Paling Aerodinamis di Dunia

Mercedes-Benz Concept IAA Dengan sistem aerodinamika yang pintar.
Mercedes-Benz Concept IAA, Mobil Paling Aerodinamis di Dunia
Mercedes-Benz Concept IAA (Intelligent Aerodynamic Automobile) merupakan salah satu mobil yang banyak dilirik pada ajang Frankfurt Internationale Automobil-Austellung (IAA) Cars 2015 bulan September silam. Pasalnya mobil konsep ini membawa teknologi sistem aerodinamika ke tingkatan yang lebih jauh dari yang sudah diterapkan pada mobil-mobil saat ini.

Pihak manufaktur menyebut Concept IAA sebagai perpaduan dua mobil dalam satu perwujudan, yakni sebuah coupe empat pintu berdesain menawan dan sebuah mobil yang menjunjung tinggi aerodinamika dengan angka koefisien drag mencapai 0,19. Angka koefisien tersebut menjadikan Concept IAA sebagai mobil paling aerodinamis di dunia. Demi mencapai angka tersebut, Mercedes-Benz Concept IAA dapat bertransformasi bentuk dan dilakukan dengan hanya menekan tombol khusus atau secara otomatis ketika laju mobil menyentuh angka 80 kpj.

Transformasi bentuknya berupa penambahan delapan segmen pada bagian ekor serta flap di bagian wajah dan belakang juga bertambah panjang, masing-masing sejumlah 25 mm dan 20 mm. Velg mobil juga bisa mengembang sekaligus mengempis demi mengurangi koefisien gesek udara. Perubahan dimungkinkan berkat jaringan digital sistematis dengan metode desain algoritma tercanggih yang menangani desain geometri yang rumit. Untuk dimensinya sendiri, Concept IAA memiliki panjang 5.040 mm (5.430 mm dalam mode aerodinamik), lebar 1.995 mm, dan tinggi 1.305 mm.


Bentuk desain luarnya terlihat sangat dinamis dan mendukung aerodinamika tinggi, serta menginterpretasikan proporsi sportscar klasik dalam nadi yang modern. Kap mesin panjang dan mengalir hingga ke bagian windshield, naik keatap dan menurun pada bagian belakang.

Kombinasi rasa sporty penuh gaya dan kemewahan modern diaplikasikan pada sektor interior, yang masih membawa nilai-nilai desain kemewahan dari S-Class sekaligus memberi gambaran tentang seperti apa interior sebuah sedan bisnis di masa mendatang. Berbekal filosofi berbasis sentuhan dengan fungsionalitas tinggi, sektor interior juga dibekali dengan material berkualitas.

Bagian palang kemudi dengan struktur palang terbuka horizontalnya juga dibenamkan teknologi sentuhan yang menawarkan fungsionalitas tinggi nan praktis. Tombol OFN (Optical Finger Navigation) yang ditanamkan pada cluster memungkinkan pengemudi untuk menelusuri menu cluster instrumen, tombol di kiri untuk layar kiri dan kanan untuk layar posisi kanan. Dengan begitu, filosofi mengemudi yang memfokuskan pada ‘tangan pada kemudi, pandangan ke jalan’ dapat terpenuhi.

Sebagai mobil plug-in hybrid, Concept IAA dapat menghasilkan total tenaga sebesar 279 hp, dengan kecepatan puncak yang dibatasi secara elektronik di angka 250 kpj. Berbekal tenaga elektriknya saja, Concept IAA dapat berjalan sejauh 66 km dalam mode aerodinamika atau 62 km dalam mode normal.

Mercedes-Benz belum memiliki agenda untuk menciptakan Concept IAA menjadi mobil versi produksi, namun teknologi yang diembannya menjadi batu loncatan dalam menghadirkan inovasi untuk model coupe empat-pintunya, yaitu CLS-Class. Dipercaya CLS generasi mendatang akan terilhami banyak ide dari model Concept IAA ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar