Tampilkan postingan dengan label Toyota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Toyota. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Februari 2016

Trio Mobil Toyota Tercepat Sepanjang Masa

Mobil sport bikinan Toyota memiliki performa yang tak kalah gahar dibanding merek Jepang lain.
Toyota sukses menjadi merek dengan penjualan mobil terlaris sepanjang 2015. Tidak hanya menciptakan mobil ekonomis dan fungsional untuk harian, pabrikan yang didirikan oleh Kiichiro Toyoda ini juga memiliki lini model sport yang cukup diperhitungkan.
Memang, Toyota kurang masif dalam menggarap kendaraan sport seperti merek Jepang lainnya. Alasannya, mobil dengan performa tinggi tidak banyak membantu penjualan jika dibandingkan dengan kendaraan hemat BBM.
Meskipun tidak segahar Ferrari atau Lamborghini, performa mobil sport Toyota tetaplah menggoda. Ini membuktikan jika para insinyur dan desainer Toyota tidak main-main menciptakan mobil sport.
Berikut ini trio mobil tercepat Toyota sepanjang masa sebagaimana dilansirCheatsheet:
MR2 Turbo
Mobil sport bergaya targa ini telah berhenti produksi sejak 15 tahun lalu. Meskipun jadi model lawas, kemampuannya tidak bisa dianggap enteng.
MR2 didukung mesin dengan output 260 Tk yang sanggup membuatnya berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 5,7 detik. Kemampuan mesin ini dikatakan masih cukup tangguh jika disandingkan dengan mobil-mobil sport modern.
Mobil sport bikinan Toyota memiliki performa yang tak kalah gahar dibanding merek Jepang lain.
Mobil sport bikinan Toyota memiliki performa yang tak kalah gahar dibanding merek Jepang lain.
Supra 3,0 Turbo
Supra menjadi ikon mobil tercepat Toyota. Tim desainer dan insinyur bekerja sangat keras menciptakan mobil hingga ke batas maksimal mereka.
Meskipun bukan yang tercepat, Supra 3,0 Turbo memiliki performa yang galak. Mobil sport ini sanggup berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 4,9 detik.
Adanya turbocharger memberi dorongan ekstra dalam berakselerasi. Namun demikian, performa buas milik Supra 3,0 Turbo belum mampu menjadikannya sebagai mobil tercepat Toyota.
Supra Twin Turbo
Foto: Mitula.net

Inilah mobil sport tercepat sepanjang masa yang pernah diciptakan Toyota. Raksasa otomotif Jepang ini melakukan beberapa pengembangan teknis secara signifikan.
Sisi desain diperbaharui dengan gaya membulat dan mengadopsi beberapa elemen milik mobil sport legendaris Toyota 200GT. Sementara itu, mesin 3,0 liter milik keluarga Supra telah didukung sepasangturbocharger sehingga menghasilkan daya hingga 276 Tk dengan torsi 431 Nm.
Supra Twin Turbo secara mencengangkan sanggup melesat dari 0-100 km/jam dalam 4,6 detik. Menurut laporan, mobil ini pernah digeber hingga 156 atau di atas 250 km/jam.

Kamis, 28 Januari 2016

Mengapa All new Kijang Innova Masih Pakai Ladder Frame?

Selama 38 tahun perjalanan Kijang. Ada satu ciri yang tidak lekang, yakni sasis ladder/tangga. Mengapa demikian?
Mengapa All new Kijang Innova Masih Pakai Ladder Frame?
38 tahun sudah Toyota Kijang menjadi kepercayaan konsumen di Indonesia. Ia dipercaya karena mampu menjawab kebutuhan konsumen akan kendaraan multi fungsi, kuat dan dapat diandalkan. Kini, generasi keenam sudah diluncurkan di Indonesia, bertempat di Fairmont Hotel, Senin, 23 Nov 2015.
Menariknya, ada satu benang merah yang menjembatani semua generasi Kijang. Ya, semua Kijang memakai sasis tangga atau ladder frame. Menurut sejarahnya, sasis ini sudah dipakai oleh Kijang sejak tahun 1977.

Mengapa Toyota begitu percaya pada sasis jenis ini? "Sasis ini kuat. Lebih besar, Kami mengembangkan sasis baru dan cross-section lebih besar pada all new Kijang Innova generasi terbaru," aku Hiroki Nakajima, Deputy Chier Officer, Product Planning Group Managing Officer, sekaligus orang nomor satu yang bertanggung jawab pada program IMV, kepada autocarindonesia.com saat peluncuran all new Kijang Innova.

"Kami mengelilingi dunia, termasuk Indonesia. Kami ingin rasakan secara langsung kondisi jalan, dan secara langsung mendengarkan masukan yang diberikan oleh konsumen, pengguna dan para dealer. Dengan mengenal kondisi jalan serta mengenal konsumen secara langsung, kami sadar ada arti “kokoh” lain yang perlu diperhatikan. Dalam kondisi jalan yang menantang, tentu saja sebuah kendaraan harus kuat," imbuhnya. Alasan itulah mengapa Toyota masih menggunakan jenis sasis tangga.
Selain kokoh dan kuat, ada kelebihan lain dari ladder frame. Akan lebih mudah membangun sebuah mobil berplatform sama dari sebuah sasis ladder/tangga. Mengapa? Karena hanya perlu membangun bodi mobil berbeda, dan mendudukkannya di sasis sepanjang memiliki dimensi sama. Mobil bersasis ladder frame pun akan lebih mudah diperbaiki jika terjadi kerusakan. 

Perbandingan Toyota Rush TRD Sportivo Melawan Honda BR-V

Kami membandingkan antara Toyota Rush TRD Sportivo melawan Honda BR-V 1.5 L Prestige. Siapa yang menang?
Perbandingan Toyota Rush TRD Sportivo Melawan Honda BR-V
Perbandingan Toyota Rush TRD Sportivo Melawan Honda BR-V - sudah menjadi raja di segmen medium SUV sejak tahun 2006. Pada 2014 lalu, total penjualan MPV medium tercatat 55.293 dengan market share Rush 53,5% atau 29.609 unit. Seiring dengan perkembangan waktu, Toyota terus meningkatkan nilai mobil ini dengan melakukan beragam pembaruan di eksteriornya. Jurus facelift ini terakhir dilakukan pada Maret 2015 lalu.
Di sisi lain, Honda BR-V adalah prototipe crossover/SUV terbaru yang baru saja diluncurkan 20 Agustus 2015, di Gaikindo Indonesia International Auto Show. Produk ini mengusung desain yang lebih baru, sekaligus mengisyaratkan ketangguhan dan dinamika. Meski di GIIAS terlihat antrian untuk melakukan down payment (DP), Honda BR-V tentu belum teruji, baik kemampuannya maupun daya tariknya di mata konsumen.

Nah, guna menarik hati konsumen Honda BR-V tentu harus menawarkan sesuatu yang lebih dari Toyota Rush TRD Sportivo. Mampukah Honda BR-V Prestige memenangkan pertarungan ini? Oh iya, kami tidak akan membandingkan faktor selera (desain eksterior dan interior). Kami akan membandingkan berdasarkan spesifikasi teknis keduanya. Mobil melawan mobil, siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Mari kita bahas.

Dimensi
Jika kita bandingkan dimensi Toyota Rush TRD Sportivo dengan Honda BR-V 1.5 L Prestige, maka Honda BRV lebih panjang, namun kalah lebar dan tinggi dari Rush. Sumbu roda Rush juga lebih panjang daripada Honda BR-V.
Menariknya, jarak pijak Honda BR-V 1.5L Sportivo lebih besar dari Toyota Rush. Jarak pijak lebar akan membuat mobil lebih “napak”, dan tidak limbung saat menikung. Apalagi jika mobil tersebut memiliki ground clearance tinggi.
Honda BR-V adalah 7-seater, sementara Toyota Rush 5-seater. Dari segi daya angkut penumpang, BR-V lebih unggul. Meskipun demikian, Anda bisa saja menjejalkan jok baris ketiga opsional. Tentu konsekuensinya ekstra ‘cash’ untuk menebusnya.
Nah, karena tidak memiliki jok baris ketiga, maka Toyota Rush memiliki ruang bagasi lebih luas dari Honda BR-V. Solusi bagi mereka yang membutuhkan tempat ekstra guna meletakkan barang berdimensi besar.
DimensiToyota Rush TRD SportivoHonda BR-V 1.5 Prestige
Overall Panjang / Length4.420 mm4,455 mm
Overall Lebar / Width1.745 mm1,735 mm
Overall Tinggi / Height1.740 mm1,650 mm
Jarak Poros Roda / Wheelbase2.685 mm2,660 mm
Jarak Pijak / Tread (Depan/Front)1.445 mm1.500 mm
Jarak Pijak / Tread (Belakang / Rear)1.480 mm1.500 mm
Jarak Terendah / Ground Clearance200 mm209 mm
Radius Putar / Turning Radius4,9-
Berat Kosong / Curb Weight1.200 mm-
 

Perangkat Keselamatan
Salah satu pembaruan utama dari New Toyota Rush adalah aplikasi fitur keamanan New Rush yang jauh lebih lengkap, dan lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Rush telah memakai dual airbag. Kedua mobil yang kami tarungkan di sini, menunjukkan komitmen besar untuk melindungi seluruh penumpang di dalam mobil.
Letak perbedaan keduanya bisa dilihat pada fitur tambahan di sektor pengereman. Toyota Rush tidak memakai EBD, sementara Honda BRV dilengkapi dengan EBD.
Fitur KeselamatanToyota Rush TRD SportivoHonda BR-V 1.5 Prestige
SRS Airbag Depan / Front SRS Airbag     SRS Airbag Depan / Front SRS Airbag     
Seat Belt Baris pertama / 1st Row Seat belt    
Pretentioner & force limiter
Seat Belt Baris pertama / 1st Row Seat belt    
Pretentioner & force limiter
ABSABS + EBD
ISOFIX & Tether
G-CON ACE
 

Kaki-kaki
Pertarungan merebut hati konsumen beranjak ke kaki-kaki. Suspensi depan Toyota Rush mengandalkan Macpherson Strut. Sementara roda belakang ditopang 4linkwith coil spring.
Di sisi lain, Honda belum memberi kejelasan soal suspensi apa yang akan dipakai oleh BR-V. Pun demikian, kami meyakini spesifikasi suspensi BR-V tidak akan berbeda dengan milik Mobilio, yakni Macpherson Strut di depan, dan H-shape Torsion Beam. Jika dilihat dari spesifikasinya, maka keduanya akan menawarkan rasa pengendaraan yang sama, termasuk soal kenyamanan.
SuspensiToyota Rush TRD SportivoHonda BR-V 1.5 Prestige
DepanMacpherson Strut with Coil Spring & StabilizerNA
Belakang4 link with coil spring & lateral rod     NA

Kesimpulan
Memilih siapa pemenang dari duel spesifikasi antara Honda BR-V dan Toyota Rush tentu tidak mudah. Toyota Rush lebih lebar, dan lebih tinggi dari Honda BR-V. Selain itu, daya tahan produk ini sudah sangat teruji.Honda BR-V membalas dengan mesin yang lebih bertenaga, dan bertorsi besar dari Toyota Rush. Honda BR-V juga memiliki kapasitas tujuh tempat duduk, dan ini lebih banyak dari Toyota Rush.
Nah, mampukah Honda BR-V mengalahkan Toyota Rush? Jawabnya tentu saja bisa, apalagi jika melihat spesifikasi yang dimiliki oleh Honda BR-V, dan Toyota harus benar-benar serius menghadapi kehadiran Honda BR-V tahun depan. 

Perbandingan All new Toyota Fortuner Melawan All new Mitsubishi Pajero Sport

Mobil lawan mobil. Manakah yang terbaik, all new Toyota Fortuner atau all new Mitsubishi Pajero Sport?
Perbandingan All new Toyota Fortuner Melawan All new Mitsubishi Pajero Sport
Toyota Fortuner terbaru sudah diperkenalkan di Thailand dan Australia hari ini, Kamis (16/7). Di Thailand harga Toyota Fortuner dijual 1,199 juta hingga 1,599 juta Baht atau berkisar Rp 468 hingga Rp 625 juta. Di sisi lain, All new Mitsubishi Pajero Sport pun sudah diluncurkan di Thailand, Agustus 2015. Kedua produk ini akan bertarung di pasar SUV bertubuh besar di Indonesia. Menariknya, kedua produk ini pun segera diluncurkan dalam waktu berdekatan tahun 2016.

Fakta tersebut di atas membuat kami mengkomparasi keduanya. Tujuannya untuk memberi gambaran awal apa saja yang ditawarkan kedua SUV itu kepada konsumen di Indonesia. Nah, mampukah all new Toyota Fortuner mempertahankan reputasinya saat digempur oleh all new Mitsubishi Pajero Sport?

Eksterior
Kami mulai dari eksterior. Di sektor eksterior, All new Toyota Fortuner memiliki bentuk fascia depan yang benar-benar berbeda dari pendahulunya. Dari segi pemilihan desain, kami lebih menyukai bentuk baru Fortuner. Tidak hanya terlihat lebih menarik.
All new Toyota Fortuner versi Indonesia akan memakai jejeran lampu baru, desain grille atas dan bawah baru. Fortuner terbaru juga sudah memakai LED daytime dan Bi-Beam LED untuk varian tertingginya. Tipe terendah memakai Bi-proyektor.
Dari desain samping, all new Toyota Fortuner memiliki garis pinggang tinggi tepat di belakang pilar C. Floating roof design pun dipilih sebagai pelengkap aksen estetikanya. Terdapat pula pijakan kaki guna memudahkan akses masuk dan keluar penumpang.
Di bagian belakang. All new Toyota Fortuner punya roof spoiler dilengkapi LED stop lamp. Garis krom tebal diapit lampu belakang serta logo Toyota berada di tengah. Tampilan buritan ini masih terlihat jejak Toyota Fortuner generasi sebelumnya. Overall, kami juga menyukainya.
Di sektor kaki-kaki, Toyota Fortuner terbaru memakai velg alloy diamond-cut berukuran 18 inci dengan ban 265/60. Di gambar yang kami lampirkan, bisa Anda lihat pula tombol pembuka pintu bagasi (bagian belakang mobil). Artinya, SUV menawan ini memiliki electric tailgate layaknya mobil-mobil mewah masa kini. Namun, jangan bergembira dahulu, fitur ini hanya tersedia pada varian tertinggi saja.
SUV besar generasi terbaru milik Toyota ini, akan dijual dalam enam pilihan warna, yakni White Pearl, Silver, Gray, Atitude Black, Nebula Blue dan Phantom Brown.
All new Mitsubishi Pajero memakai fascia depan terbaru yang disebut ‘Dynamic Shield’. Tampilan dramatis grille tersebut dipermanis dengan lapisan-lapisan krom di front bumper, radiator grille xeganonal, dan lampu depan menyipit disertai lampu siang hari LED.
Tampilan samping tampil unik dengan kehadiran garis pinggang “menggelembung” tepat setelah pilar C. Di bagian belakang, terlihat lampu belakang dengan desain vertikal. Deretan lampu ini terinspirasi dari GR-HEV concept yang pertama kali muncil di Geneva motor Show 2013.
Dari samping, All new Mitsubishi Pajero Sport memiliki fender besar, garis pinggang tinggi dan semacam coakan di bodi untuk keperluan aerodinamika. Sama seperti Fortuner, Pajero Sport terbru memakai side step.

Interior
DI dalam kabin, nuansa interior milik L200 kental terasa. Jok berlapis kulit memberi kesan mewah, begitu pula aksen trim perak dan sistem infotainment. Bagian tengah dashboard dibalur hitam glossy. All new Mitsubishi Pajero Sport.
Beralih pada Fortuner. Di bagian tengah dashboard, tepatnya di bawah kisi-kisi AC, terdapat head unit berlayar sentuh +/- delapan inci diapit oleh bingkai tebal berlapis kulit di sisi kanan dan kiri. Ruang tuas transmisi dikelilingi oleh frame kayu sintetis (plastik) senada dengan warna trim.
Lingkar kemudinya diberikan beragam pengontrol. Bisa dilihat pula kehadiran paddle shift di balik kemudi, lalu ada pula pengatur audio, MID, hingga telepon. Dari segi fitur standar, mobil ini dibekali dengan VSC, traction control dan hill-start assist, dan power tailgate.  Tampak pula digital climate control, dan kluster panel instrumen serupa dengan milik Toyota Camry dilengkapi layar multi-info besar.  

Komparasi Dimensi
Beralih ke dimensi. All new Toyota Fortuner memiliki panjang 4.795 mm, lebar 1.855 mm, dan tinggi 1.835 mm. Sementara All new Mitsubishi Pajero Sport memiliki panjang 4.785 mm, lebar 1.815 mm, dan tinggi 1.805 mm. Dari dimensi, terbukti All new Toyota Fortuner lebih panjang, lebar, dan tinggi dari Pajero Sport terbaru. Pajero Sport terbaru memiliki sumbu roda lebih panjang, dan ground clearance lebih tinggi pula.
All new Toyota Fortuner
All new  Mitsubishi Pajero Sport
Panjang: 4,795 mm
4.785 mm
Lebar: 1,855 mm
1.815 mm
Tinggi: 1,835 mm
1.805 mm
Sumbu roda: 2,750 mm
2.800 mm
Ground Clearance: 193 mm
218 mm
 

Komparasi Mesin
All new Toyota Fortuner akan dijual dalam pilihan mesin diesel 2,4 tipe GD 4x2 bertransmisi manual 6 percepatan. Lalu 2,4 V berpenggerak 4x2 dengan pilihan transmisi otomatis 6 percepatan. Pilihan selanjutnya adalah 2,8 V 4x2 6AT, 2,8 V 4x4 6AT, dan mesin bensin 2,7 V 4x2 bertransmisi otomatis 6 percepatan.
Mesin diesel: 2GD-FTV empat silinder, 2,4 liter, 16 valve, bertenaga puncak 150 PS @ 3.400 rpm dengan torsi 400 Nm pada 1.600-2.000 rpm. Mesin diesel 1GD-FTV, 16 valve, 2,8 liter bertenaga maksimal 177 hp pada 3.400 rpm dan torsi maksimal 450 Nm mulai 1.600-2.400 rpm. Pilihan mesin ketiga adalah 2,7 liter bensin bertenaga maksimal 166 PS pada 5.200 rpm dengan torsi 245 Nm pada 4.000 rpm.
Mitsubishi Pajero Sport terabru memakai mesin 2,4 liter MIVEC turbodiesel disandingkan dengan transmisi otomatis 8 percepatan khusus dicipatakan untuk Pajero Sport terbaru. Tenaga sebesar 154 PS dengan torsi 380 Nm, dan tersedia pula pilihan mesin bertenaga 181 PS dengan torsi 430 Nm. Urusan tenaga mesin diesel, All new Pajero Sport unggul dari Fortuner. All new Pajero Sport tidak dijual dalam pilihan mesin bensin.
Komparasi Mesin dan Girboks
All new Toyota FortunerMesin All new Pajero Sport
Tenaga: 150 PS/148 hp @ 3.400 rpm dan
177 PS/161 hp @ 3.400 rpm 
Tenaga: 154 PS dan
181 PS @ 3.500 rpm
Torsi: 400 Nm @ 1.600 – 2.000 rpm
460 Nm @ 1.600-2.400 rpm
Torsi: 380 Nm dan
430 Nm @ 2.500 rpm
Transmisi: 6- Speed8-Speed
 

Fitur-Fitur
Kedua SUV ini mengusung fitur-fitur menarik. Sebut saja jok kulit, paddle shift, lingkar kemudi multi fungsi, AC digital dengan climate zone. Fortuner memiliki penyesuai jok delapan arah dan glovebox berpendingin, ventilasi AC bagi penumpang belakang, Electrically adjustable door mirrors with power folding function, cruise control dan tombol start stop.
Mitsubishi Pajero Sport terbaru pun memakai Dual zone auto climate control Powered driver seat dan  4-spoke steering wheel that is 4-way adjustable.
All new Toyota FortunerAll new Mitsubishi Pajero Sport
Rem: Cakram (depan dan belakang)Cakram (depan dan belakang)
Ban 265.60 R18, velg alloyR 18, velg alloy
Perangkat keselamatanPerangkat Keselamatan
Dual front airbags7 airbag
Side and Curtain airbags with a driver knee airbag
ABS with EBD and Brake AssistABS + EBD
ESC and TCSForward collision mitigation;
TSC (Tractor Sway Control)Multi-around mirror with feeds from 4 cameras;
Hill Start AssistBlind Spot Warning;
DAC (Downhill Assist Control)Hill start Assist
Reverse camera with parking sensorsUltra sonic misacceleration mitigation system
Kesimpulan
All new Mitsubishi Pajero Sport unggul dalam hal tenaga dan torsi, All new Toyota Fortuner lebih unggul dalam hal dimensi, dan memiliki fitur-fitur lengkap. Tentu pertarungan selanjutnya beralih ke ranah harga jual. SUV dengan harga lebih murah dengan fitur bersaing, sudah pasti akan dapat menyita perhatian konsumen.
Nah, sanggupkah Toyota menempatkan Harga all new Toyota Fortuner lebih murah dari all new Mitsubishi Pajero Sport, atau sebaliknya? Mari kita tunggu jawabannya tahun 2016, ketika kedua SUV ini benar-benar diluncurkan di pasar domestik.

Rabu, 27 Januari 2016

Perbandingan Caterham 270R vs Mazda MX-5 vs Toyota GT86

Menguji mobil performa berpenggerak roda belakang.
Perbandingan Caterham 270R vs Mazda MX-5 vs Toyota GT86
Perbandingan Caterham 270R vs Mazda MX-5 vs Toyota GT86 - Ketika memilih mobil berpenggerak roda belakang, semua setuju jika di tahun ini ada beberapa kontender yang begitu semangat untuk langsung dipilih. Namun, tidak seorang pun sanggup menunjuk salah satu kontender yang paling menggoda.
Salah satu kontender terkuat dari beberapa tersebut adalah Mazda MX-5 berwarna merah yang baru saja diluncurkan. Mesin Skyactiv 2,0 liter bertenaga 158 hp-nya sangat baik. Mazda MX5 terlalu bagus, bahkan berpotensi menjadi rival terberat Toyota GT86, yang kebetulan hanya mendapatkan penyempurnaan di trim serta kemunculan model entry-level terbarunya dengan velg berukuran 16-inci. Sebagai tambahan, beberapa penguji menyarankan Caterham Seven 270R dengan rasio tenaga – bobot yang mengungguli telak rivalnya untuk ikut di dalam kompetisi ini.
Setelah menghabiskan akhir pekan bersama model Caterham Seven paling lemah kedua dari jajaran model-model Seven lainnya, justru saya mempertanyakan saran dari kolega saya tersebut. Secara mekanikal, modelnya adalah bawaan dari model Supersport yang mengagumkan, tapi anehnya, bagian setir terasa lebih ringan dan mengindikasikan ukuran camber lebih kecil (sehingga kontrol hidung lebih mudah terprediksi).

Secara tipikal, setelah beraksi selama 10 menit di Bedford's East Circuit, saya tidak merasa was-was sedikitpun. Caterham 270R tetaplah sebuah pelahap sirkuit yang fenomenal. Jika terasa sedikit gejala understeer, mobil ini mengijinkan saya untuk menginjak pedal gas lebih dalam, dan apa yang dimulai dengan kaki akan berakhir di tangan Anda sepersekian detik kemudian. Dengan lebar telapak ban berukuran 185 pada velg berukuran 13-inci (percayalah ini yang Anda inginkan), Seven tergelincir dengan cepat, tapi kecepatan pergerakan pada kemudi sudut-drifting 45 derajat terasa intuitif, tidak mengancam, dan sangat melibatkan pengemudi.

Daya hidup Caterham membuat yang lain seperti pemanis saja, namun sebenarnya di sinilah desisan mesin Sigma 1,6 liter bertenaga 135 hp mulai kalah jauh dari dorongan 2,0 liter boxer bertenaga 197 hp milik Toyota. Bahkan tanpa kekontrasan tersebut, sebenarnya mudah untuk untuk terdistraksi sejak mengetahui kemudi ringan, suspensi empuk, serta ban ramping nan ekonomis milik GT86.
Masuki kompleks tikungan tajam dengan kondisi jalanan kering dan aspal bergelombang, Anda akan cepat menghargai keindahan Toyota. Lingkar kemudi ringan mempermudah manuver, dan suspensinya menyerap guncangan dengan baik untuk mengoptimalkan distribusi bobot. Bannya tipis dan hanya sedikit lengket demi memastikan Anda sering kehilangan traksi.
Kemampuan GT86 untuk memecah traksi roda sangat luar biasa. Bukan hanya masalah kapabilitas mobil, kemampuan pengemudi pun tidak terlalu dibutuhkan sebenarnya. Saat sedikit lepas kendali, lalu selanjutnya terasa mengalir—mulai dari respon bukaan gas, differensial, sensasi keseimbangan, pengendalian setir, lalu secara perlahan traksi kembali diraih.
Ini adalah perihal bagaimana caranya bersenang-senang paling maksimal, dan faktor terbesar yang membuat kami menyeringai adalah MX-5, musuh terkemuka GT86 kali ini di Bedford. Model terbaru beratap soft-top ini cukup mengejutkan kami; cukup sulit untuk menemukan titik terasyik berkendaranya, dapat melaju lebih cepat dari dugaan, dan kontrol bodinya lebih baik dibandingkan Toyota. Dengan bobot 1.100 kg dan torsi 200 Nm, sedikit lebih kecil daripada milik GT86 dengan torsi 204 Nm, membuat momen sliding MX-5 sedikit berkurang dibanding rivalnya tersebut.
Potongan klasik dari rangka sasis MX-5 dapat terlihat dengan jelas dari bangku pengemudi, sayangnya hal ini mengorbankan sedikit kelincahan mobil. Ukuran kecil, overhang kecil, pengendalian cepat, dan bobot terlampau ringan artinya perubahan arah terjadi lebih cepat. Dibandingkan dengan GT86, mobil tersebut masih tidak memiliki traksi berlimpah. Biarkan mobil diredam oleh damper dan mencari sendiri gripnya. Meskipun demikian, mobil berkomunikasi mengenai batasannya ketika Anda mengajak mobil ini untuk mencapai batasnya.

Rahasia utamanya, sudah jelas berada pada respon lingkar kemudinya yang jauh lebih baik. MX-5 memberikan bobot pada kemudi lebih cepat dan konsisten dibandingkan rivalnya. Hal ini tentu dibantu dari segi rangka sasis terbarunya. Suspensi mendistribusikan bobot lebih lembut dibandingkan rivalnya, mendorong sensasi kecepatan dan membuat Anda tidak ragu saat roda belakang hendak bergeser dari apex.
Sebagai hasilnya, bukan karena pengaruh putaran mesin yang tinggi, mesin berkonfigurasi konvensional segaris, dan kebetulan kelimpahan udara segar, Mazda menang telak di jalanan umum meninggalkan GT86. Kemenangan Mazda akan diakui oleh para pehobi sliding sekaligus orang-orang awam sekalipun.
Kembali ke trek, membutuhkan selama dua hari untuk menentukan podium pada kompetisi di grup ini. Dimulai dari urutan terbawah adalah 270R, performanya sangat luar biasa di Bedford. Tapi kami mempertimbangkan anggaran, mobil untuk segala musim, dan Caterham tidak akan pernah bisa. Sudah menjadi tradisi perusahaan tersebut, Seven memberikan tolak ukur yang lebih baik dibandingkan kompetitornya. Setelah setengah abad, perusahaan itu menawarkan mobil sport dengan mesin depan berpenggerak belakang, dan kecakapan pengendalian yang menginspirasi para rivalnya.
Upaya Toyota telah membuat kami terpersona dalam tiga tahun terakhir. GT 86 membuktikan, dalam cara terbaiknya, bahwa perusahaan besar masih memahami keinginan kami para pecinta berkendara. Jawabannya adalah, membuat mobil coupe ringan, tidak terlalu kuat, dapat diatur, tidak pemalas, dan melemparkan kepraktisan serta nilai ekonomis dengan takaran yang pas. Dia berhak menjadi mobil sport terlaris di dunia. Tapi tidak lagi, dan tidak akan pernah lagi.
Karena itu adalah tugas untuk MX-5. Mazda meyakininya dengan memiliki semua keunggulan GT86, termasuk sliding di sirkuit. Mazda MX-5 mungkin masih menjadi pilihan temporer dibandingkan GT86 yang bisa digunakan setiap hari, namun karakter dinamis, roda belakang mudah berasap, serta kencang dan memberikan keterlibatan tinggi terhadap pengemudi membuatnya begitu mudah untuk disukai. Ditambah lagi, Anda bisa membuka atapnya, ambil pilihan mesin 2,0 liter dengan banderol jauh lebih murah dibandingkan yang kami tetapkan, dan lebih murah dalam hal biaya operasional membuat MX-5 menang mutlak sebagai mobil berpenggerak belakang 2015 yang terjangkau.
Isuzu berusaha menggoyang tahta Toyota dan Mitsubishi dengan MU-X, namun apakah produk asal Thailand ini bisa mengusik nama besar Fortuner dan Pajero Sport?
Komparasi Toyota Fortuner vs Mitsubishi Pajero Sport vs Isuzu MU-X
"Ini Panther baru ya? Lebih besar ya, harganya berapa nih?" tegur seorang tetangga yang melihat sosok Isuzu MU-Xterparkir di garasi saya. Ya, nama Isuzu memang sudah terpatri di benak masyarakat Indonesia dengan merek Panther-nya. Maklum saja, rasanya sudah seperti puluhan tahun lalu Isuzu tidak memboyong mobil penumpang baru selain Panther ke Tanah Air. Hingga akhirnya, merek 'Rajanya Diesel' itu menghadirkan mobil tujuh penumpang terbarunya.
Jika dahulu Panther bersaing dengan Toyota Kijang dan Mitsubishi Kuda, kini Isuzu siap mengusik ketenangan Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport. Toyota Fortuner hadir lebih dulu di tahun 2005 dan disusul dengan varian bermesin diesel pada 2007. Mitsubishi kemudian menghadirkan Pajero Sport pada tahun 2009, dan Isuzu MU-X menyusul di pertengahan 2014 lalu. Baca juga komparasi Honda Jazz vs Toyota Yaris vs Mazda2 vs Ford Fiesta.
Meski pendatang baru, tak ada yang menyangsikan durabilitas mesin diesel Isuzu berkat reputasi yang dibawa Panther. Sementara Toyota, predikat sebagai pabrikan mobil no.1 di Indonesia menjamin kualitas yang dimilikinya. Di sektor mobil komersial, reputasi mesin diesel Mitsubishi juga tak perlu diragukan lagi, menjadi DNA yang ditularkan ke Pajero Sport.

Isuzu memang baru menyediakan satu varian untuk MU-X ini sehingga konsumen tidak dapat leluasa menentukan pilihan. Kami membawanya untuk bertarung denganToyota Fortuner TRD AT, dan Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4x2. Siapakah yang berhak menyandang mahkota sebagai SUV diesel 7-seater terbaik?


Besar dan Berotot
Sebagai pendatang baru, tampilan MU-X menjadi yang paling segar dari dua kompetitornya. Tak ayal, MU-X cukup menyita perhatian dibanding Fortuner dan Pajero Sport karena tampilannya yang tajam dan kekar. Isuzu membekali tampilan agresif pada MU-X yang diwakili grille berlapis krom dipadu lampu proyektor berdesain seperti tatapan mata yang mengintimidasi.
Sedangkan Toyota Fortuner VNT pun juga memberikan desain eksterior yang menarik, mengadopsi tambahan lubang udara (air scoop) di atas kap mesin membuatnya tampak lebih berperforma dibanding yang lainnya. Apalagi dengan imbuhan body kit TRD Sportivo. Adanya Daytime Running Lights (DRL) pada Fortuner menjadikannya tampil lebih menarik perharian saat ketiganya berjalan beriringan.
Sementara Mitsubishi Pajero, tampil paling konservatif di antara ketiganya. Dengan beberapa lekuk tubuh membulat, membuatnya tampak berotot. Garis bahu tinggi yang memanjang dari depan dan belakang seakan memperkuat karakternya yang mengusung DNA rally khas Mitsubishi.
Dari segi dimensi, ketiganya memiliki sosok yang dapat dibilang tinggi besar dengan kesan berotot yang kekar. Pendatang baru Isuzu MU-X, tercatat sebagai pemilik tubuh terpanjang dengan 4.825 mm diikuti oleh Fortuner (4.705 mm) dan terakhir Pajero Sport (4.695 mm).  Dari ketiganya,  ground clearance Pajero Sport (215 mm) terbilang paling rendah dibanding rivalnya, MU-X 230 mm dan Fortuner 220 mm. Sementara MU-X menjadi yang paling lebar (1.860 mm), diikuti dengan Fortuner (1.840 mm) dan Pajeri Sport (1.815 mm).

Kabin yang Lapang
Dengan dimensinya yang besar, ketiga SUV ini tentu menawarkan ruang kabin yang lapang. Isuzu sebagai pendatang terbaru memiliki tampilan interior yang cukup mewah, terlihat dari panel meter cluster yang canggih dan lebih modern dibanding dua rivalnya. Desain pada instrumen tengah MU-X tampil sederhana, dengan head unit berlayar sentuh dan panel AC membulat berukuran besar yang ergonomis.
Material jok pada MU-X dan Pajero Sport telah dibalut kulit hitam yang membuatnya terlihat mewah. Sedangkan pada Fortuner masih menggunakan bahan fabric dengan warna beige. Satu keunggulan pada MU-X adalah fitur pengaturan jok elektrik yang tidak dimiliki oleh kedua rivalnya. Sementara hanya Pajero Sport yang memiliki fitur sunroof sehingga membuat Fortuner tampil paling sederhana. Untuk fitur hiburan semuanya dibekali dengan layar sentuh berukuran cukup besar, namun hanya Fortuner yang menyediakan roof monitor bagi penumpang belakang. Ketiganya pun telah memiliki fitur pengendali audio dari lingkar kemudi.
Sistem multimedia pada MU-X menjadi yang paling canggih, dengan fitur yang mampu menduplikasi tampilan layar smartphone iPhone dan Android serta telah dilengkapi dengan port HDMI untuk memutar video langsung dari HD Player. Sistem hiburan pada MU-X ini juga telah memiliki fitur Surround Sound yang tidak dimiliki oleh kedua rivalnya. Sementara pada Pajero Sport dan Fortuner memiliki fitur yang cukup serupa dengan konektivitas USB dan juga iPod namun pada Pajero lebih unggul dengan adanya fitur navigasi pada sistem multimedianya.

Bicara mengenai kelapangan kabin, Isuzu MU-X memiliki dimensi yang terbesar sehingga tak ayal ruang kabinnya menjadi yang paling lega. Sebagai SUV 7 penumpang, MU-X juga memiliki ruang baris ketiga yang paling lapang. Luasnya ruang kaki bagi para penumpang rupanya didapat berkat desain lantai yang lebih rendah. Pajero Sport memiliki ruang kaki baris ketiga yang paling sempit mengingat dimensinya juga termasuk yang paling kecil, sementara Fortuner berada di tengah-tengah meskipun baris ketiganya juga cukup sempit bagi ukuran orang dewasa. 
Pada baris kedua, Fortuner memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh Pajero dan MU-X. Kursi baris keduanya selain bisa diatur tingkat kemiringannya juga bisa diatur maju-mundur, sedangkan pada Pajero dan MU-X posisinya fix hanya bisa mengatur tingkat kemiringan saja.
Beranjak ke ruang bagasi yang juga cukup penting pada sebuah SUV. Kali ini Fortuner berada di posisi paling bawah dengan kapasitas bagasi yang paling sempit karena kursi baris ketiganya dilipat ke samping, sehingga cukup mengganggu ruang dan kepraktisan bagasinya. Selain memakan ruang bagasi, cara lipat samping ini tidak mudah dilakukan mengingat bobot kursi yang harus diangkat tidaklah ringan.
Pajero Sport berada di posisi kedua dengan kapasitas bagasi yang cukup luas dan kursi baris ketiga bisa dilipat rata. Namun sayangnya untuk melipat baris ketiga Mitsubishi belum mengaplikasi sistem satu sentuhan saja sehingga kurang praktis. MU-X adalah kontestan dengan bagasi yang terluas ditambah dengan fitur satu sentuhan untuk melipat baris ketiga membuatnya unggul dari dua rivalnya. 


Fitur dan Teknologi
Bicara mengenai fitur apa saja yang terdapat pada sebuah SUV tentunya dengan rentang harga di atas Rp 400 juta Anda mengharapkan banyak fitur canggih yang tersemat di dalamnya. Sebagai kontestan paling muda, Isuzu tentunya telah mempelajarai peta persaingan di level ini. Sehingga tak ayal MU-X memiliki banyak fitur canggih yang tak dimiliki oleh Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport.
Fitur yang disediakan memang juga tidak bisa dianggap remeh, karena MU-X menyematkan smart key termasuk tombol start/stop, electric seat, Electronic Stability Control (ESC) dan cruise control. Semua fitur ini tidak dimiliki oleh rivalnya termasuk pula kontrol traksi guna meredam limpahan torsi di roda belakang.
Pajero Sport hanya memiliki fitur paddle shift dan sunroof. Sedangkan Fortuner sepertinya masih terbuai dengan nama besar Toyota sehingga tak memiliki fitur canggih yang layak diunggulkan. Satu-satunya yang berbeda ialah fitur hiburan, dengan tersedianya roof monitor untuk memanjakan penumpang baris kedua dan ketiga. Untuk lubang ventilasi AC, Pajero Sport tidak memiliki lubang ventilasi ini untuk baris kedua, namun ada di baris ketiga. Sedangkan MU-X dan Fortuner memiliki ventilasi AC di baris kedua dan ketiga.
Untuk fitur keselamatan, lagi-lagi MU-X menjadi yang paling lengkap. Selain dibekali dengan fitur rem cakram di keempat rodanya dengan ABS, ia juga dilengkapi dengan EBD dan BA. Kemudian juga tersedia dual airbag serta fitur Isofix yaitu pengait kursi anak di baris kedua. Pajero Sport juga memiliki fitur dual airbag, ABS, EBD dan BA tapi rem cakram hanya ada pada kedua roda depan saja dengan roda belakang mengandalkan rem tromol. Fortuner berada di posisi ketiga dengan dual airbag dan ABS saja, piranti rem cakram juga hanya terdapat di roda depan.

Siapa Paling Cepat
Di atas kertas, semuanya memiliki bekal mesin diesel dengan kapasitas 2.5 liter plus turbo. Isuzu MU-X disenjatai mesin 4-silinder 2.5 liter dengan turbocharger berteknologi Variable Geometry System (VGS), kemudian Pajero Sport Dakar juga dibekali mesin 2.5 liter berimbuh Variable Geometry Turbocharer (VGT) dan terakhir Fortuner dengan mesin 2.5 liter berteknologi Variable Nozzle Turbocharger (VNT).
Semua teknologi yang terkandung di dalam mesin ketiga SUV ini nyaris serupa, namun masing-masing menawarkan keluaran tenaga yang berbeda. Pajero Sport paling unggul dari sisi tenaga puncak yang mencapai 175 hp pada 4.000 rpm dan torsi maksimal 350 Nm pada rentang 1.800 - 3.500 rpm. Fortuner di tempat kedua dengan tenaga 144 hp di 3.400 rpm dengan torsi 350 Nm di antara 1.600  -2.800 rpm. Sementara MU-X memberikan lontaran tenaga 136 hp di 3.600 rpm dan torsi 320 Nm mulai dari 1.800 hingga 2.800 rpm.
Untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang, semua SUV bongsor ini menggunakan transmisi otomatis. Bedanya pada MU-X dan Pajero Sport telah mengadopsi transmisi otomatis 5-speed sedangkan Fortuner masih memercayakan kepada transmisi otomatis 4-speed. Pajero menawarkan fitur paddle shift untuk proses perpindahan transmisi, sementara MU-X dengan mode tiptronic-nya.
Dalam uji akselerasi 0 – 100 kpj, Pajero Sport unggul dalam hal akselerasi 0-100 kpj dengan catatan waktu 12,1 detik. Disusul dengan Fortuner ditempat kedua dengan 13,9 detik, sementara MU-X mencatat waktu 14,4 detik. 

Keunggulan performa Pajero Sport tampaknya berdampak terhadap konsumsi bahan bakarnya. Dengan bobot yang nyaris menyentuh angka dua ton, membuatnya menjadi yang paling boros mengkonsumsi bahan bakar. Untuk konsumsi bahan bakar dalam kota, Pajero Sport hanya meraih 7,16 kpl dengan kecepatan rata-rata 12 kpj. Hasil terbaik diraih Fortuner dengan catatan konsumsi bahan bakar 9,12 kpl dengan kecepatan rata-rata 19 kpj. Sedangkan MU-X berada di posisi kedua dengan raihan konsumsi 8,14 kpl pada kecepatan rata-rata 13 kpj.
Hasil yang tidak jauh berbeda juga kami dapatkan saat menguji keluar kota dengan rute Jakarta-Bandung melalui tol Cipularang. Kali ini MU-X terbukti lebih irit dari yang lainnya dengan catatan konsumsi BBM 11,89 kpl dengan kecepatan rata 54 kpj. Fortuner berada di posisi kedua dengan hasil 11,43 kpl pada kecepatan rata-rata 53 kpj, dan Pajero Sport tetap berada di urutan terakhir dengan 10,64 kpl dengan kecepatan rata-rata di angka 56 kpj.
Kami juga melakukan uji pengereman pada ketiga SUV ini dari kecepatan 80 kpj hingga berhenti sempurna. Hasil terbaik diraih oleh MU-X dengan 2,6 detik dan jarak pengereman 28,5 meter. Terbukti piranti keselamatan yang lebih canggih dari dua rivalnya membuat MU-X memiliki jarak pengereman yang paling pendek. Pajero Sport menguntit di belakang MU-X dengan 2,9 detik dan jarak 28,7 meter. Fortuner yang paling minim fitur berada di posisi ketiga dengan waktu 3 detik dan jarak pengereman 29,9 meter. 

Kenikmatan Berkendara
Posisi mengemudi paling nyaman kami akui dimiliki oleh Toyota Fortuner. Tempat duduknya nyaman dan terasa tinggi. Visibilitasnya baik, apalagi di ujung kiri depan bonnet-nya terdapat kaca spion kecil untuk melihat posisi roda depan kiri dan moncong mobil. Sangat membantu memberi keyakinan saat mengemudi.
Saat merasakan menjadi penumpang di kursi baris kedua pun terasa nyaman. Lantai yang cukup tinggi membuat posisi duduk cukup santai. Faktor kenyamanan ini didukung oleh suspensi double wishbone dengan stabilizer di depan dan 4-link lateral rod di belakang yang mampu meredam getaran saat melintasi permukaan jalan yang buruk.
Kesan yang berbeda kami dapatkan saat berpindah ke Pajero Sport, karakter sport terasa kuat pada SUV berlogo tiga berlian ini. Suspensi independen double wishbone dengan stabilizer di roda depan dan 3-link coil spring dengan stabilizer yang menyangga roda belakang menjadi yang paling keras peredamannya saat berhadapan dengan lubang di jalan. Meski begitu hal ini berimbas positif kepada pengendalian Pajero yang terasa sangat mantap terlebih saat bermanuver dengan kecepatan tinggi.
Racikan suspensi MU-X bisa dibilang memiliki tingkat peredaman paling lembut di antara ketiganya. Dengan pasangan McPherson Strut di depan dan multi-link di belakang, MU-X menjadi yang paling nyaman saat melibas jalanan berlubang. Meski begitu, hal ini terasa berpengaruh ketika bermanuver cepat atau melintasi jalanan bergelombang dengan kecepatan tinggi. Pengendaliannya terasa kurang meyakinkan di kecepatan tinggi, namun saat penumpang diisi penuh, pengendaliannya menjadi jauh lebih baik.
Saat kami mengarahkan ketiganya ke Bandung via Tol Cipularang, harus diakui Pajero Sport meyuguhkan keasyikan berkendara yang terbesar berkat aplikasi paddle shift di balik lingkar kemudinya. Apalagi performa mesinnya menjadi yang terkuat di banding MU-X dan Fortuner. Proses perpindahan gear saat menyusul mobil lain dapat dilakukan hanya dengan menjentikkan ujung jari di paddle shift.
Berbeda dengan yang disuguhkan oleh MU-X. Kenikmatan mengemudi mobil ini disuguhkan adanya fitur cruise control yang membuat perjalanan lebih santai. Meski begitu saat dibutuhkan perpindahan gear lebih sigap, fitur tiptronic dengan menggeser tuas transmisi ke kanan dapat dimanfaatkan.
Seperti yang kami sebutkan di atas, keunggulan pengendaraan Fortuner diberikan oleh posisi mengemudi yang paling nyaman diantara ketiganya. Meski tak menawarkan baik paddle shift maupun mode tiptronic pada transmisinya, namun dengan menggeser tuas transmisi ke posisi “3” cukup dapat membantu memberikan dorongan yang cukup untuk mengejar Pajero Sport.

Simulasi Pengendalian
Kami sempat menguji ketiganya dalam sebuah arena slalom untuk mengetahui potensi terbaik dari pengendaliannya. Pada MU-X dengan putaran lingkar kemudi yang terasa paling berat dari kedua rivalnya, memiliki pengendalian yang cukup solid berkat fitur ESC yang mengoreksi gejala selip dan menjaga mobil tetap pada lajurnya. Meski begitu, performa mesin yang paling kecil dan intervensi ESC menjadikan MU-X mencatat waktu paling lambat.
Sementara Toyota Fortuner, kembali diuntungkan dengan visibilitas yang disuguhkan, memberi keyakinan saat mengendalikan mobil ini. Belum lagi, putaran kemudi yang ringan menjadikan mobil ini yang tercepat di antara ketiganya. Pada posisi kedua, Pajero Sport mendapat keuntungan dari performa mesin terbaik yang dimilikinya. Selain suspensi lebih kaku, juga turut menjadikan pengendalian mobil ini cukup solid meski tak ada fitur stabilitas elektronik.
Selain uji slalom, kami juga merasakan seperti apa pengendaraan dan pengendalian mobil 7-penumpang ini dengan kondisi terisi penuh, lima orang di dalam kabin dan tambahan beban karung pasir seberat 130 kg sebagai pengganti bobot dua orang dewasa di baris ketiga. Karakter suspensi MU-X yang lembut kami akui membuat semua penumpang di dalam merasa nyaman di berbagai permukaan jalan. Pengendalian terasa lebih solid, namun performanya juga sedikit menurun karena beban yang digendongnya.
Kenyamanan di dalam Fortuner didapat berkat fleksibilitas bangku baris kedua yang nyaman dan lega. Kenyamanan suspensinya terasa paling kompromi di antara kedua rivalnya, di antara kelembutan MU-X dan kekakuan Pajero Sport. Hal ini juga yang memberikan pengendalian yang cukup meyakinkan dengan kabin yang terisi penuh.
Lain hal dengan Pajero Sport, baris keduanya terasa lebih sempit dibanding kedua rivalnya sehingga mengurangi kenyamanan penumpang. Karakter suspensi yang sporty membuat peredaman yang disuguhkan Pajero terasa keras menghadapi jalanan berlubang dan bergelombang. Namun saat bermanuver, mobil ini sangat solid di berbagai tingkat kecepatan. 

Mana yang Terbaik?
Cukup sulit bagi kami memutuskan mana yang terbaik di antara ketiganya. Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Tapi selama pengujian dan penjabaran faktor-faktor di atas, kami berusaha untuk menakar mana SUV yang memiliki value for money lebih tinggi dari ketiga kontestan ini.
Toyota Fortuner yang paling “senior” dari kedua rivalnya perlu segera berbenah agar bisa tetap bersaing dengan lawan-lawannya yang lebih muda. Dengan model utama desain yang menarik, Fortuner juga cukup beruntung dengan nama besar Toyota yang membuatnya tetap bertahan di posisi teratas untuk urusan angka penjualan. Hal ini didukung pula dengan banyaknya varian yang ditawarkan oleh Toyota, termasuk Fortuner bermesin bensin atau berpenggerak 4x4.
Mitsubishi Pajero Sport menawarkan sensasi yang berbeda dari kedua rivalnya ini. Bagi konsumen yang lebih menyukai karakter pengendaraan sporty dan agresif Pajero Sport memang layak menjadi pilihan utama. Apalagi Mitsubishi juga menyediakan banyak pilihan varian untuk Pajero Sport ini mulai pilihan bermesin bensin hingga ke varian berpenggerak 4x4.
Sebagai penantang baru di pasar SUV ini, tampak sekali jika Isuzu memang telah menyiapkan MU-X dengan amunisi yang tepat untuk memasuki pasar SUV ini. Fitur berlimpah dan keleluasan kabin menjadi keunggulannya. Apalagi reputasi Isuzu yang terkenal sebagai “Rajanya Diesel” menjamin keunggulan jantung pacunya, meski dari sisi performa bukan yang terunggul.
Dari sisi banderol harga, Toyota Fortuner TRD AT memiliki harga termahal di antara ketiganya (Rp 464,1 juta) namun fitur yang ditawarkan sangat minim. Nilai lebih Fortuner selain nama besar Toyota di baliknya ada pada kenyamanan kabinnya. Dan yang paling utama adalah Fortuner menjadi salah satu yang paling irit konsumsi bahan bakar.

Mitsubishi Pajero Sport Dakar berbanderol Rp 458 juta, berada di antara kedua rivalnya. Keunggulan yang diberikan dari performanya menjadi sangat berarti jika Anda gemar mengemudi. Namun, saat bersama keluarga, rasanya hal itu bukanlah  prioritas utama.
Sementara satu-satunya pilihan Isuzu MU-X menjadi yang termurah dengan banderol Rp 442,5 juta. Harga ini bisa menjadi sangat bernilai berkat tawaran fitur-fitur yang dapat dibilang menjadi yang terlengkap. Penampilan paling baru plus konsumsi BBM yang cukup irit, menjadi potensi utama MU-X dan mampu menutupi kelemahannya di sektor tenaga mesin.

ModelIsuzu MU-XMitsubishi Pajero Sport Dakar 4x2 ATToyota Fortuner 2.5 G A/T TRD Diesel
Rating4 bintang3,5 bintang3,5 bintang
PenilaianHarga yang murah dengan fitur-fitur melebihi rivalnyaTenaga terbesar dan gairah berkendara SUV paling sportyEfisiensi dan nyaman menutupi minimnya fitur
Harga (OTR)Rp 442,5 jutaRp 458 jutaRp 464,1juta
0-100 kpj14,4 detik12,1 detik13,9 detik
80-0 kpj2,6 detik2,9 detik3 detik
BBM (kombinasi)10,01 kpl8,90 kpl10,26 kpl
Bobot1.980 kg1.965 kg1.840 kg
Mesin2.499cc 4-silinder
4JK1-TC with Variable Geometry System turbocharger
2,477cc DOHC Commonrail Turbocharged and Intercooled, 4 Cylinder In-line2.494cc 4-silinder 2 KD-FTV VN Turbo Intercooler
InstalasiDepan, melintang, RWDDepan, melintang, RWDDepan, melintang, RWD
Tenaga136 hp @ 3.400 rpm178 hp @ 4.000 rpm144 hp @ 3.400 rpm
Torsi320 Nm @ 1.800 - 2.800 rpm350 Nm @ 1.800 - 3.500 rpm350 Nm @ 1.600 - 2.800 rpm
TransmisiOtomatis 5-speedOtomatis 5-speedOtomatis 4-speed
Panjang4.825 mm4.695 mm4.705 mm
Lebar1.860 mm1.815 mm1.840 mm
Tinggi1.840 mm1.840 mm1.850 mm
Sumbu roda2.845 mm2.800 mm2.750 mm
Ground Clarance230 mm215 mm220 mm
Tangki bensin65 liter70 liter65 liter
Radius Putar5,8 meter5,6 meter5,8 meter
Suspensi depanIndependent MacPherson Strut with Stabilizer BarDouble Independence Wishbone, Coil Spring with StabilizerDouble Wishbone with Stabilizer
Suspensi belakangIndependent Multi-link with Stabilizer Bar3-Link Coil Spring with Stabilizer4-Link Lateral Rod with Coil Spring
RemVentilated disc (d)
Ventilated Disc (b)
Ventilated disc (d)
Drum (b)
Ventilated disc (d)
Drum (b)

Komparasi Mazda6 vs Toyota Camry vs Kia Optima

Meski pasar sedan di Indonesia semakin terkikis, namun beberapa pabrikan tetap menghadirkan pilihan sedan besar yang menjadi flagship-nya di Tanah Air. 
Komparasi Mazda6 vs Toyota Camry vs Kia Optima
Komparasi Mazda6 vs Toyota Camry vs Kia Optima - Lupakan sejenak mobil-mobil yang mampu membukukan angka penjualan fantastis di Indonesia. Sekarang adalah saatnya untuk membayangkan diri Anda sebagai seorang eksekutif muda yang tengah memilih mobil terbaik untuk mendampingi segala aktivitas bisnis Anda.
Lazimnya, seorang eksekutif identik dengan sebuah saloon. Pilihan pertama di kelasnya bukan lagi sebuah small saloon ataupun medium saloon. Selain fungsinya sebagai kendaraan “dinas” sehari-hari, tapi kekuatan sebenarnya berkaitan dengan citra yang dimiliki para pemiliknya. Yang dibutuhkan adalah sebuah paket yang sempurna antara tampilannya yang mewah dengan tingkat kenyamanan, tenaga yang mumpuni dengan efisiensi bahan bakar dengan banderol harga yang wajar.
Kami memiliki cukup banyak pilihan untuk kami bandingkan di segmen large saloon ini. Diantaranya ada sang pemimpin pasar Toyota Camry, pesaing dekatnya Honda Accord, Nissan Teana dan Mazda6. Jangan lupakan juga kompetitor asal Negeri Ginseng yaitu Kia Optima dan Hyundai Sonata. Dari Benua Biru, di segmen yang sedikit lebih mahal ada Mercedes C-Class, BMW Seri-3 dan juga Audi A4. Namun dari semua ini, kami memutuskan hanya membandingkan antara merek Jepang dan Korea saja, dengan mempertimbangkan faktor harga yang bersaing di kisaran Rp 600 jutaan.

Toyota Camry, Mazda6 dan Honda Accord baru saja mendapat penyegaran di tahun ini untuk memanaskan persaingan. Sayangnya kami tidak bisa mendapatkan unit tes dari Honda Accord, begitu juga dengan Nissan Teana. Dari Korea, KIA Optima kami anggap bisa mewakili saudaranya Hyundai Sonata. Jadi dari Toyota Camry 2.5 V, Mazda6 dan KIA Optima, siapa yang mampu menjadi pilihan terbaik bagi para eksekutif di Indonesia?

Tak lagi Tampil 'Kuno'
Berbicara mengenai bahasa desain tentu tak lepas dari subjektivitas pribadi masing-masing. Jika dahulu mobil di kelas ini sangat identik dengan desain yang kaku dan diperuntukkan bagi orang tua, namun kini semua berubah total. Lihat saja perubahan yang dialami oleh ketiga kontestan kali ini. Toyota mengubah total desain sedan medium andalannya dengan bahasa desain global yang kini tampil lebih sporty dengan tampilan 'keen look'.
Dari segi dimensi dan rupa, kami merasa Toyota Camry terbaru ini minim perubahan dari pendahulunya. Bahasa desain keen look hanya bisa diterjemahkan melalui tampilan depan yang lebih menyudut dan tajam. Sayang, lampu utama dengan proyektor LED hanya terdapat pada tipe Camry Hybrid saja. Sementara buritan, sedikit berubah pada desain lampu belakang yang seolah terhubung lis chrome di bagian bagasi. Diffuser pun dibuat lebih melengkung agar sedan premium ini juga bisa terlihat sporty dari belakang.
Hal yang serupa juga dapat dirasakan pada Mazda6 terbaru. Secara tampilan Mazda6 ini masih mengusung tema besar desain KODO yang sangat sporty. Pengaruh desain KODO ini membuat tampilan Mazda6 cukup menonjol jika disandingkan dengan kedua rivalnya terutama dengan warna khas soul red. Perubahan dibanding pendahulunya terdapat pada desain grille penutup radiator dengan 'signature wing' yang kini dapat bersinar saat malam hari. Teknologi LED kini diadopsi pada lampu depan, foglamp serta lampu belakang.
Sebagai penantang dari Korea, Kia Optima memang patut diacungi dua jempol. Desainnya sungguh menyegarkan dengan garis-garis tajam yang sporty dan modern, menjadikannya pusat perhatian di jalan tak kalah dengan Mazda6. Semua itu bisa dibilang merupakan hasil campur tangan Peter Schreyer, yang membuat sedan bongsor asal Negeri Ginseng tersebut bergaya layaknya mobil Eropa. Ditangan Peter seluruh line-up Kia kini punya ciri khas yaitu grille berdesain ‘Tiger Nose’, seperti yang juga terdapat pada Optima.
Kesan mewah diwujudkan melalui Daytime Running Lights (DRL) dan lampu proyektor yang menawan. Sayangnya Optima belum dilengkapi lampu berteknologi HID, masih menggunakan halogen. Foglamp LED empat titik di kedua sisi bumper bagian bawah memberi kesan sporty yang menonjol pada mobil ini. Di bagian belakang LED Combination Rear Lamp yang mengelilingi bagian utama membuatnya tampil beda di tengah kemacetan kota.

Ketiga mobil menyuguhkan desain velg yang sporty untuk menunjang keseluruhan desainnya. Pada Camry, dengan lingkar roda 17 inci – yang paling kecil dibandingkan rivalnya -  memiliki desain yang paling tidak atraktif. Mazda6, dengan velg alumuniumnya yang berbalut nuansa warna gelap beukuran 19 inci, tampil kontras dengan warna soul red di tubuhnya. Sementara Optima mengandalkan velg berukuran 18 inci dengan desain yang keren dan menunjang tampilan sedan Korea ini. Secara tampilan menurut kami Mazda6 dan Optima tampil lebih sporty dan modern jika dibandingkan dengan Camry.
Puas melihat tampilan luar, saatnya melongok masuk ke dalam kabin. Tentu bukan rahasia umum jika pemilik mobil di kelas ini lebih suka disupiri saat bepergian. Sehingga kami mengutamakan sisi kenyamanan kabin terutama pada baris kedua tanpa mengesampingkan sisi pengendaraan dan fitur-fitur canggih yang dimiliki oleh masing-masing merek. Selain suspensi dan kenyamanan, salah satu faktor utama yang membuat pemilik mobil memilih duduk di depan (mengemudi) atau belakang adalah akomodasinya.
Dari sisi ukuran dimensi, Mazda6 termasuk yang paling panjang (4.865x1.840x1.450 mm) dibandingkan dengan dengan Camry (4.850x1.825x1.470 mm) dan Optima (4.845x1.830x 1.455 mm). Sedan di kelas ini memang sudah seharusnya mampu memenuhi kebutuhan akan ruang kabin yang lapang berkat posturnya yang cukup besar. Seharusnya di atas kertas, Mazda6 mampu menyuguhkan ruang kabin yang lebih lapang dari kompetitornya. Namun nyatanya, saat merasakan duduk di baris kedua, justru Mazda6 yang memiliki ruang kaki yang paling sempit. Hal yang sama kami rasakan saat membandingkan Mazda2 dengan 'rekan-rekannya' beberapa bulan sebelumnya.
Ruang kaki pada Mazda6 memang tidak sempit namun jika dibandingkan dengan kompetitornya ia kalah lega. Camry dan Optima memiliki tingkat kenyamanan yang lebih paripurna dari Mazda6. Namun Mazda6 memiliki kelebihan dari Camry dengan adanya sunroof. Optima bahkan lebih canggih lagi karena dibekali dengan atap panoramic yang memungkinkan penumpang belakang menatap ke atas langit dengan sempurna. Hanya Camry yang tak memiliki kaca di bagian atapnya.

Kelengkapan Fitur
Dengan banderol harga di atas Rp 500 juta tentu fitur-fitur yang ditawarkan oleh ketiga sedan ini bukan fitur yang seadanya. Mari kita mulai dari Optima yang memiliki harga jual paling murah dari yang lain. Dashboard Optima didesain mengarah ke pengemudi (driver oriented) yang membuat serasa berada di dalam kokpit pesawat. Kemudian jok berdesain semi bucket dan konsol tengah dashboard yang memiliki sudut 9,6 derajat ke arah pengemudi, sehingga memudahkan pengemudi menjangkau panel instrumen di dashboard.
Lingkar kemudi dengan bagian bawah yang rata juga menjadi salah satu nilai sporty lain di Kia Optima ini. Setir Optima telah dilengkapi dengan remote control pengatur audio, cruise control, bluetooth, dan paddle shift. Yang unik, fitur layar kamera mundur terintegrasi dengan spion tengah. Fitur Optima juga cukup banyak. Seperti smart key yang dilengkapi immobilizer dan engine start/stop. Untuk keselamatan, terdapat kontrol traksi, Hill Start Assist Control, dan 6-airbags menemani piranti rem ABS+EBD+BA.
Sayangnya, nilai lebih fitur kenyamanan tersebut sedikit berkurang akibat pemilihan material dan warna kabin yang terlalu sederhana. Balutan plastik hitam glossy membuatnya tampak murah, apalagi dengan head unit yang terlihat sederhana dengan layar kecil dan panel pengatur kesejukan kabin yang masih menggunakan layar LCD monokrom. Selain itu, meski kursi pengemudi telah dilengkapi pengaturan elektronik yang leluasa, namun bagi penumpang, baik di depan maupun belakang, posisi duduknya terlalu dalam sehingga terkesan tenggelam di balik jendela.
Ketika beralih ke Toyota Camry 2.5 V yang memiliki banderol harga di antara Optima dan Mazda6, Anda akan dihadapkan pada fitur yang memang sudah sepantasnya hadir di mobil para eksekutif mapan ini. Head unit Camry kini diperbarui menggunakan layar sentuh 8 inci dengan fitur koneksi internet, Toyota Move, MirrorLink Technology via MiraCast dan sistem navigasi sebagai kelengkapan standar tipe V. Kualitas suara dari sistem audio juga tampil maksimal. Kehadiran 10 speaker siap memanjakan telinga penumpang selama berada di dalam kabin. Pada lingkar kemudi Camry telah dilengkapi pengaturan tilt and telescopic steering elektrik dan juga dibekali tombol pengatur audio, bluetooth cruise control sampai MID yang juga berfungsi sebagai sarana informasi kendaraan, namun minus paddle shift.
Jok pengemudi kini sudah memliki pengaturan serba elektrik, baik reclining, sliding, dan lumbar support adjustment, semuanya bisa diatur dengan menekan tombol. Bagi penumpang belakang, Toyota menyediakan tombol untuk mengatur jok penumpang depan yang tersedia di samping kanan atas. Fitur keselamatan Camry facelift pun cukup lengkap, seperti 7 airbags, Vehicle Stability Control (VSC), dan ABS+EBD+BA untuk semua tipe. Namun Anda takkan menemukan fitur Hill Start Assist Control (HAC) dan Traction Control karena hanya tersedia pada tipe Hybrid saja.

Interiornya pun juga punya kemewahan yang makin menonjol dengan desain panel  kayu baru, warna kabin beige, jok berlapis kulit dan fitur baru wireless charging. Fitur ini membuat isi ulang baterai menjadi lebih praktis. Pengendara maupun penumpang dapat melakukan isi ulang hanya dengan meletakkan smartphone di konsol tengah.Tapi tetap saja, kami menyayangkan hilangnya fitur pemijat elektrik jok belakang yang menjadi nilai lebih Camry sebelumnya.
Pada Mazda6 semua fitur yang ada pada Optima dan Camry tersedia di sini. Sebut saja jok kulit dengan pengaturan elektrik, cruise control, banyak airbag hingga sistem hiburan dengan layar sentuh. Bahkan bisa dibilang Mazda6 meninggalkan jauh kompetitornya dari segi kelengkapan fitur. Mengapa? Karena Mazda menyediakan lebih banyak fitur canggih seperti Electric Parking Brake, kemudian MZD Connect yang membuatnya seperti sebuah sedan Eropa dengan layar sentuh 7 inci yang mampu menampilkan segala macam informasi mulai dari radio, navigasi, bluetooth, internet dan disandingkan dengan sistem audio lansiran Bose dengan 11 speaker berteknologi surround sound.
Jika Anda sangat peduli terhadap fitur-fitur canggih terutama berhubungan dengan sistem keselamatan aktif maka Mazda6 memiliki fitur yang sangat komplit dari kedua rivalnya. Pertama Mazda yang memakai teknologi Adaptive LED Headlight (ALH). Ini adalah sistem lampu utama otonom dengan 4 buah penghalang LED yang dikontrol secara independen di setiap lampu. Penghalang ini akan memblok LED yang mengenai mobil dari arah depan sedang sisanya akan tetap menerangi jalan.
Fitur baru lainnya adalah Blind Spot Monitoring (BSM) yang mendukung jangkauan Rear Vehicle Monitoring (RVM) dan Rear Cross Traffic Alert (RCTA) akan bertugas memperingati pengemudi bila ada kendaraan lain mendekat saat sedang kondisi mundur. Selanjutnya adalah Lane-keep Assist System (LAS) yang memberikan steering torque assistance untuk mencegah pengemudi melakukan perpindahan jalur tanpa sengaja. LAS akan bekerja sama dengan Lane Departure Warning System (LDWS) yang sudah lebih dulu hadir.
Belum cukup, masih ada Driver Attention Alerts (DAA) di Mazda6. Fitur ini bertugas memonitor kondisi pengemudi dan memberikan rekomendasi untuk istirahat bila sistem mendeteksi ada perubahan perilaku mengemudi. Satu lagi adalah fitur Smart City Brake Support (SCBS) yang dulunya hanya tersedia saat kendaraan melaju ke depan, sekarang juga tersedia saat mobil dalam posisi mundur. Fitur SCBS Reverse ini tersedia saat Anda sedang memundurkan mobil, kemudian ada yang melintas di belakang Anda misalnya, maka mobil secara otomatis akan mengerem mendadak. Sedikit berbeda dengan SCBS depan, saat mundur kecepatan tidak bisa terlalu tinggi.

Siapa Tercepat dan Ternyaman?
Di segmen ini, sebenarnya penting tidak penting untuk menyajikan aspek performa, karena sepertinya para pemilik mobil ini lebih banyak menikmati duduk di baris kedua. Namun kami tetap menyajikan data siapa yang tercepat di komparasi kali ini.
Di atas kertas, memang hanya Camry dan Mazda6 yang dibekali mesin 2.5 liter DOHC, sedangkan Optima menggunakan mesin Theta II 2.4 liter. Namun dari sisi luapan tenaga, Optima dan Camry cukup seimbang dengan 180 hp dan 181 hp pada 6.000 rpm. Mazda6 menjadi yang terkuat dengan 187 hp pada 5.700 rpm.
Untuk penyaluran tenaga mesin terhadap roda depan, semua sedan premium ini menggunakan transmisi otomatis 6-speed. Bedanya pada Optima dan Mazda6 menawarkan pengalaman berkendara yang lebih berkat fitur paddle shift-nya dan juga adanya mode Sport. Saat berada dibalik kemudi, antara Mazda6 dan Camry memang Mazda6 lebih unggul dengan filosofi 'Jinbai Ittai' yang menyelaraskan pengemudi dengan kendaraannya. Sedangkan Camry masih menawarkan rasa mengemudi yang sama seperti sebelumnya dan menurut kami lebih baik Anda duduk di belakang saja. Nah untuk Optima ada satu catatan khusus dari kami, saat berada dibalik kemudi, Anda akan langsung menyadari betapa Korea berusaha keras mengejar ketertinggalannya dari Jepang. Secara mengejutkan ia cukup menyenangkan dikendarai. Posisi duduk ergonomis, kabinnya cukup hening, serta bentuk setir rata di bagian bawah juga memberi keunikan tersendiri.
Namun saat pengujian akselerasi 0-100 kpj, kami mendapat hasil yang cukup mengejutkan. Toyota Camry berhasil mengalahkan Mazda6 dengan catatan waktu 9,7 detik melawan 9,9 detik. Sedangkan Optima meraih hasil 10,1 detik. Pun begitu saat kami membandingkan hasil konsumsi bahan bakar untuk pengujian luar kota. Toyota Camry berhasil meraih konsumsi 15,7 kpl sementara Mazda6 di posisi kedua dengan 15,45 kpl dan Optima di posisi buncit dengan 13,3 kpl.

Hasil untuk pengujian bahan bakar di dalam kota ternyata berbanding terbalik. Kali ini Mazda6 berhasil membuktikan keiritan teknologi SkyActiv mereka dengan mencatat hasil 9,9 kpl. Sedangkan Toyota Camry hanya mencatat hasil 8,6 kpl, lagi-lagi Optima berada di posisi paling bawah dengan mencatat hasil konsumsi 8,4 kpl. Tampaknya menjadi satu-satunya yang memiliki fitur i-Stop yang akan mematikan mesin mobil saat berhenti di kemacetan membuat Mazda6 unggul di penggunaan dalam kota. Sedangkan Camry dan Optima tidak memiliki fitur ini.
Satu hal yang menjadi catatan kami adalah kenyamanan. Mazda6 ternyata sangat berorientasi kepada pengemudi sementara Optima cukup moderat baik bagi pengemudi maupun penumpang. Lain bagi Camry, nampaknya Toyota memang menyediakan mobil ini bagi mereka yang senang menikmati baris kedua. Di Mazda6, meskipun suspensi telah mendapat revisi setingan baru namun kami merasakan jika bantingan dan peredaman pada Mazda6 masih terasa cukup keras dan cukup kurang nyaman terlebih jika dibandingkan dengan Camry yang suspensinya mampu meredam goncangan dalam kabin dengan sangat baik. Sedangkan Optima sedikit lebih keras dari Camry namun masih lebih nyaman dari Mazda6.
Pada akhirnya, semua fitur dan teknologi ini bermuara pada satu hal yaitu harga. Jelas Mazda6 dengan segudang fitur dan teknologi mutakhir jauh mengungguli lawan-lawannya, namun ada kompensasi yang harus dibayar oleh konsumen senilai Rp 600,7 juta. Toyota Camry 2.5 V memiliki selisih harga yang tidak terpaut jauh yaitu Rp 580 juta sedangkan Kia Optima memiliki banderol harga termurah dengan Rp 525 juta. Mazda6 dan Kia Optima hanya tersedia satu varian saja, sedangkan Toyota menyediakan pilihan Camry tipe G, V dan juga Hybrid.
Sekarang sulit untuk menakar mana yang paling baik karena masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan yang berbeda-beda. Jika Anda lebih senang menikmati duduk di belakang tanpa peduli terhadap kenikmatan berkendara tentu pilihan Anda lebih tepat ke Camry. Kia Optima bisa menjadi pilihan jika Anda merupakan orang yang anti-mainstream dan ingin tampil beda. Namun bagi kami yang cukup menghargai kenikmatan berkendara serta fitur dan teknologi canggih terutama fitur keselamatan, Mazda6 menjadi pilihan terbaik. 

Rabu, 20 Januari 2016

Hot! Evolusi Nuansa Luxury Toyota Alphard Hercule!

Toyota Auto Body, salah satu pabrikanToyota yang khusus menggarap mobil-mobil SUV, minivan dan kendaraan komersil, baru saja merampungkan sebuah proyek menarik yang debut perdananya berlangsung di Tokyo Motor Show 2015.
Mengevolusikan makna luxury di fisikAlphard, Toyota Auto Body menyulap sosok konsep MPV premium bernamaAlphard Hercule tersebut dalam tubuh baru yang telah ditanami beragam imbuhan eksklusif, mewah serta style mencolok lain dari yang lain.
Cita rasa kemewahan diimbuhi nuansa 'freedom and openness' tertanam apik lewat pemasangan grille unik berukuran masif plus retractable soft top yang bisa dibuka untuk menambah kesan eksklusif mobil yang mengambil nama sang putra Zeus dalam legenda Yunani, Hercules. 
Berdimensi panjang 5.265mm, lebar 1.850mm dan tinggi 1.960mm dengan konfigurasi 5-seater, suasana kehidupan marine dibalurkan ke eksterior oleh lumuran azure graphic ala ombak laut tertera di sekujur tubuh konsep Alphard ini.
Tema marine juga merasuk hingga bagian interior, terlihat dari dominasi warna putih mengesankan si pengemudi bersama penumpang tengah plesir di dalam kapal pesiar nan mewah. Kabin pun ditata sedemikian rupa dengan lounge sofa, fold-away low table tak ketinggalan panel lantai unik bergaya ala hardwood flooring.

Selasa, 19 Januari 2016

MESIN BENSIN TOYOTA KIJANG INNOVA LEBIH IRIT DARI MESIN INNOVA LAMA

Mungkin ada sebagian pemilik Toyota Kijang Innova bermesin bensin yang kurang puas dengan konsumsi BBM mobilnya. Mereka yang merasa Innova-nya boros bisa berharap dari Kijang Innova terbaru nanti. Meski mesin bensin 2.000 cc-nya memakai basis yang sama, namun sekarang dilengkapi katup variabel di saluran masuk dan buang. Atau yang disebut Dual-VVTi. Dan konon, mesin bensin Toyota Kijang Innova baru lebih irit dari mesin Innova lama. Mengapa?
Mesin yang diusung All New Kijang Innova ini digadang-gadang punya teknologi seperti kebanyakan sedan Toyota terbaru. Mesin berkode 1TR-FE yang berkapasitas 1.998 cc punya tenaga maksimal sebesar 140 dk dan torsi 190 Nm.
Di atas kertas, tenaganya naik sekitar 3 dk dibanding Kijang Innova generasi lawas. Namun efisiensi All New Kijang Innova dipercaya akan meningkat, berkat penerapan teknologi dual VVT-i.
Efeknya, konsumsi BBM bisa lebih dihemat. Hiroki Nakajima, executive chief engineer IMV Project yang membuat Toyota Kijang Innova menyebut peningkatan efisiensi BBM mencapai sekitar 10%. “Ini juga termasuk efisiensi yang ada di mesin diesel baru,” tambah Nakajima.