Tampilkan postingan dengan label Nissan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nissan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Februari 2016

Mazda Klaim Lebih Hebat Dibanding Subaru, Nissan, dan Audi

Mazda, pabrikan mobil asal Jepang, mengklaim sistem All-wheel Drive (AWD) milik mereka lebih pintar, serta lebih aman dibanding saingannya.

Mazda, pabrikan mobil asal Jepang, mengklaim sistem all-wheel Drive (AWD) milik mereka lebih unggul dibanding saingannya. Hal ini diklaim disebabkan karena teknologi bernama Active Torque Split part-time AWD. 

Tetsushi Marutani, Lead Engineers Mazda AWD mengklaim, sistemnya lebih baik dibanding milik Subaru, Nissan, dan Audi. "Ya (lebih baik), kami punya kepercayaan diri terhadap sistem AWD kami," ujarnya, dikutip dari Motoring, Rabu (3/2/2016).

Sejumlah model Mazda yang menggendong sistem AWD adalah CX-3, CX-5, dan CX-9 baru. Menurut Marutani, sistem milik Mazda memungkinkan lebih banyak data diolah menggunakan sensor yang `proaktif`. 

Untuk membuktikan ketangguhannya, baru-baru ini Mazda menggelar kompetisi khusus di tengah salju di Colorado. Model ini bahkan beradu dengan Subaru Forester dan Honda CR-V bersistem AWD, dan memenangkannya. 

Menurut Dave Coleman, Development Engineer Mazda North America, salah satu faktor yang membedakan Mazda dengan merek-merek lainnya adalah sistem yang mampu memahami apa yang terjadi di sekitar kendaraan. "(Sistem kami) melakukan hal-hal yang jauh lebih pintar dari pesaing," Coleman menambahkan.  

Tetsushi menambahkan, ke depan Mazda akan terus mengembangkan sistem AWD dan menanamkannya di model terbaru. Meski demikian, ia masih enggan membocorkan rencana ini secara lebih spesifik. 

Selasa, 19 Januari 2016

NISSAN SERENA ADALAH MOBIL KELUARGA YANG MEMUASKAN



Perubahan pada Nissan Serena terbaru yang diluncurkan Maret lalu memang cukup banyak. Beberapa memenuhi ekspektasi kami seperti bumper depan dan gril yang lebih modern, lampu depan dan belakang yang sudah LED dan adanya daytime running light (DRL).

Namun saat ini kami di Indonesia Serena Owners Community (ISOC) mayoritas masih menggunakan generasi sebelumnya. Tidak jauh berbeda dari generasi terbaru seperti yang menjadi unggulan ialah luas kabin yang lega. Sebagai mobil keluarga tentu kami memerlukan kabin yang bisa menampung keluarga minimal 5 penumpang dan ruang bagasi yang cukup untuk membawa barang bawaan istri dan anak.

Kenyamanan mobil ini juga mendapat pembaruan setiap generasinya. Paling terasa adalah suspensinya. Pada generasi awal kami merasa suspensi masih terasa keras ketika melalui jalan berlubang. Namun pada generasi terbaru ini semakin nyaman dan lembut, cocok untuk sebuah MPV.

Paling menarik adalah adanya opsi panoramic roof di generasi terbaru. Padahal fitur ini sebenarnya sudah ada pada generasi sebelumnya tetapi yang dijual oleh Importir Umum. Bahkan kami berharap kedepannya Nissan Indonesia bisa memberikan opsi sunroof.
Kelegaan dan kenyamanan kabin menjadi unggulan dari Nissan SerenaBerharap Nissan Serena generasi berikutnya ada fi tur sunroof seperti yang dijual di luar negeri 
Ketika berada di balik kemudi mengendarai Nissan Serena juga terasa nyaman. Visibilitasnya sangat bagus dengan kaca depan yang besar. Apalagi saat ini sudah memakai lampu HID sehingga lebih terang ketika mengemudi malam hari.

Tenaganya untuk sebuah MPV kami rasa sudah cukup besar. Torsinya cukup besar walaupun ketika Nissan Indonesia mengganti dengan transmisi CVT kami merasa putaran bawah agak sedikit lambat. Rasanya akan lebih baik bila torsi di putaran bawah dinaikan sedikit sehingga semakin nyaman ketika dalam kondisi stop and go.

Tetapi yang kami sayangkan Nissan Serena ini mempunyai ground clearance terlalu rendah. Dari pengalaman kami ketika isi kabin dengan keadaan standar hanya 7 penumpang saja knalpot bagian belakang terbentur dengan polisi tidur yang tingginya pun masih tergolong standar. Padahal bila pabrikan mau menaikkan ukuran pelek 1 atau 2 inci bisa meninggikan ground clearance.

Permasalahan juga tidak hanya di eksterior, sistem audio  khususnya bagian head unit (HU) juga sering menemui kendala. HU Nissan Serena khususnya yang model layar sentuh tidak responsif. Beberapa kasus juga kami temukan sistem error yang membuat HU harus dikalibrasi ulang. Padahal kompetitor lainnya mempunyai sistem audio yang lebih canggih dengan HU yang responsif untuk model layar sentuh.

Kami juga menyayangkan adanya penurunan kualitas ban dan tapak lebar yang semakin mengecil. Dahulu kami sudah puas dengan penggunaan ban Bridgestone Turanza karena mempunyai kualitas yang bagus dan tapak lebar yang pas untuk mobil sebesar ini. Tetapi di generasi baru justru diganti menggunakan Ecopia yang menurut kami kualitasnya menurun dan mobil juga menjadi terasa lebih limbung karena tapak lebar yang kecil.


Profil Komunitas

Indonesia Serena Owners Community (ISOC) berdiri pada 18 Desember 2010 di Istora Senayan. Awalnya oleh 7 pengguna Nissan Serena saja, hingga sekarang telah terkumpul lebih dari 250 anggota di seluruh Indonesia.

Komunitas ini diper­untukan semua line-up Nissan Serena. Mulai dari tahun pembuatan 1996 sampai sekarang (terbaru). Kegiatan kami adalah demam kopdar, memecahkan masalah teknis serena, dress-up kendaraan kita kita, tuning perfomance (engine/handling), dan yang pasti tur.

Kami mempunyai slo­gan ”We are more than just a community we are big family.” Bila ingin ber­gabung bisa datang ke sekretariat ISOC di Jalan Panjang No. 10 (samping apar­temen Belezza Permata Hijau), Jakarta Barat

NISSAN PAMER TEKNOLOGI MOBIL KONSEP TERBARU



Nissan pamer teknologi pada beberapa mobil konsep terbaru.
 
IDS Concept
 
Inilah salah satu bukti teknologi Nissan yang dipamerkan di Tokyo Motor show 2015. Bermodalkan autonomous drive dan motor listrik, IDS Concept menjadi kendaraan yang tidak membutuhkan pengemudi.
 
Pasalnya, pengendara bisa menyerahkan sepenuhnya aktivitas berkendara dan mobil pun bisa berkendara dengan sendirinya tergantung rute yang dituju pengguna kendaraan. Saat mode autonomous drive diaktifkan, seketika setir melipat bangku baris pertama dan mengubah posisinya menjadi saling berhadapan dengan penumpang dan munculnya layar besar menjadi petunjuk IDS Concept siap menghantarkan pengendara tanpa dikendarai
 
Hadir dengan bentuk bodi streamline, IDS Concept menggunakan bahan carbon fiber, sehingga memiliki bobot yang sangat ringan. Demi menunjang keselamatan saat mode autonomous diaktifkan, ia dibekali dengan 5 radar sensor, 5 laser scanners dan 12 kamera.
 
 
Gripz Concept
 
 
Dibuat oleh desainer di Eropa dan Jepang, menghadirkan compact crossover dengan nuansa mobil sport. Berbasis teknologi EV (electric vehicle), mobil ini menggunakan motor listrik yang sama dengan Nissan Leaf, sehingga mampu berjalan hingga 280 km.
 
Bagian eksterior, Gripz Concept memiliki desain yang sangat dinamis, tapi kuat layaknya cerminan sebuah crossover. Namun pada bagian interior menghadirkan desain elegan melalui dasbor yang pipih mencerminkan sebuah kesederhanaan.
 
 
Teatro for Dayz
 
Mobil yang menargetkan anak muda ini,diibaratkan sebuah ponsel besar yang memiliki 4 roda untuk berjalan kemana pun. Hal ini dikarenakan Teatro for Dayz layaknya sebuah ponsel cerdas yang memiliki fungsi selain sebagai kendaraan, ialah konektivitas.
 
Fitur utama adalah interior putih halus yang memungkinkan panel instrumen, kursi dan bahkan door trim untuk melayani pengendara sebagai kanvas kosong untuk menuangkankspresi. Di beberapa panel, tampilannya bisa disesuaikan dengan suasana hati si pengendara.
 
Dalam kondisi jalan, interior mobil akan memberikan tampilan layaknya mobil pada umumnya, tapi ketika berhenti seluruh bagian kabin menjadi live display yang bisa menghubungkan pengendara dengan kerabat melalui media sosial.